Galeri Kami
Koleksi momen berharga dari berbagai kegiatan Karang Taruna
Dari Benih Jadi Buah: Greenhouse Hidroponik Karang Taruna Batursari Mulai Memasuki Masa Panen!
BATURSARI – Kabar gembira datang dari unit usaha tani Karang Taruna Desa Batursari. Program Smart Farming yang digarap bersama tim pengabdian masyarakat kini menunjukkan hasil nyata. Tanaman melon hidroponik yang berada di dalam greenhouse rintisan Technopark Terpadu kini terpantau mulai berbunga dan berbuah. Proyek ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Kemajuan Pesat Implementasi Smart Farming Sejak penanaman perdana dilakukan, para pemuda Karang Taruna aktif memantau pertumbuhan tanaman di dalam greenhouse. Berkat penggunaan sistem irigasi tetes dan kontrol nutrisi yang presisi, pertumbuhan tanaman terlihat sangat sehat dan seragam. "Melihat tanaman mulai berbuah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini membuktikan bahwa pemuda desa bisa menguasai teknologi pertanian modern," ujar salah satu anggota tim lapangan. Mengapa Greenhouse Hidroponik? Implementasi smart farming di Desa Batursari bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa keunggulan sistem yang sedang dikembangkan: ● Efisiensi Lahan: Memanfaatkan lahan BRIDA Jawa Tengah secara optimal. ● Kualitas Terjaga: Lingkungan greenhouse melindungi tanaman dari hama dan cuaca ekstrem. ● Nilai Ekonomi Tinggi: Komoditas yang ditanam memiliki target pasar yang luas dan harga yang stabil. Langkah Selanjutnya: Pemasaran Digital Seiring dengan tanaman yang mulai berbuah, Karang Taruna juga mulai mempersiapkan strategi pemasaran. Berbekal pelatihan manajemen dan pemasaran digital yang telah diikuti sebelumnya, hasil panen ini rencananya akan dipasarkan secara online melalui media sosial dan website desa. Indikator keberhasilan manajemen yang diterapkan mencakup: 1. Perencanaan kerja organisasi yang sistematis. 2. Pembagian tugas tim yang efektif. 3. Kemampuan evaluasi dan pelaporan kegiatan. Harapan Masa Depan Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada satu kali panen. Ke depannya, greenhouse ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran (Technopark) bagi warga desa lain yang ingin mempelajari pertanian modern berbasis teknologi. Bagi warga Desa Batursari yang ingin melihat langsung perkembangan greenhouse kita atau ingin memesan hasil panen nanti, pantau terus update di website resmi ini!
Pelatihan Greenhouse melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Polines
Politeknik Negeri Semarang melaksanakan kegiatan pelatihan greenhouse sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan greenhouse sebagai sarana budidaya tanaman yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pelatihan ini mencakup pengenalan konsep dasar greenhouse, fungsi dan manfaatnya, serta teknik perawatan tanaman yang dilakukan di dalam greenhouse. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengaturan lingkungan, seperti suhu, kelembapan, dan penyiraman, agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan secara optimal. Dalam pelaksanaannya, tim dari Politeknik Negeri Semarang memberikan pendampingan secara langsung melalui penjelasan dan praktik sederhana. Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi terkait penerapan greenhouse sesuai kondisi lingkungan setempat. Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan greenhouse dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media pembelajaran dan pengembangan budidaya tanaman, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan Website Karang Taruna Tingkatkan Literasi Digital Pemuda
Politeknik Negeri Semarang melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan website Karang Taruna sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan Karang Taruna sebagai sarana publikasi dan pengelolaan informasi organisasi. Pelatihan ini difokuskan pada pengenalan dan penggunaan website Karang Taruna yang telah dikembangkan, meliputi pengelolaan profil organisasi, unggahan berita kegiatan, dokumentasi, serta pengaturan konten lainnya. Peserta pelatihan terdiri dari pengurus Karang Taruna yang akan bertanggung jawab dalam pengelolaan website ke depannya. Dalam pelaksanaannya, tim dari Politeknik Negeri Semarang memberikan pendampingan secara langsung agar peserta dapat memahami alur penggunaan website dengan baik. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan praktik langsung menggunakan fitur-fitur yang tersedia pada website. Melalui kegiatan ini, diharapkan website Karang Taruna dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai media informasi, komunikasi, dan dokumentasi kegiatan, serta mampu mendukung pengelolaan organisasi yang lebih tertata dan berbasis digital.
Dorong Digitalisasi Ekonomi Desa, Aulia Persada Gelar Pelatihan Pemasaran Online di Mranggen
Semarang – Upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar melek teknologi terus digencarkan di berbagai daerah. Melansir informasi dari situs resmi Aulia Persada (02/06/2025), sebuah kegiatan sosialisasi Digital Marketing baru saja sukses dilaksanakan di Balai Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, pada akhir Mei 2025 lalu. Berdasarkan laporan tersebut, acara ini diinisiasi oleh Aulia Persada sebagai langkah konkret untuk membekali para pelaku usaha lokal dengan strategi pemasaran digital yang efektif. Tujuannya adalah agar UMKM di desa tidak tertinggal dan mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kini beralih ke ranah online. Antusiasme Tinggi Pelaku Usaha Lokal Mengutip dari rilis beritanya, kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat setempat. Tercatat lebih dari 70 pelaku UMKM dari berbagai sektor—mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa kecantikan—hadir memadati aula balai desa. Dalam pelaksanaannya, Aulia Persada tidak hanya memberikan teori satu arah. Peserta diajak melakukan praktik langsung, seperti pembuatan akun bisnis di Instagram dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps. Materi yang disampaikan pun dirancang secara bertahap, mencakup dasar-dasar branding, teknik storytelling, hingga pengenalan tools riset pasar dan desain grafis sederhana. Kolaborasi untuk Keberlanjutan Pihak penyelenggara juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan ini. Dukungan penuh datang dari aparat desa Batursari dan tokoh masyarakat setempat. Bahkan, perwakilan pemerintah desa menyatakan komitmennya untuk mendukung program pelatihan lanjutan agar proses transformasi digital ini dapat berjalan secara berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial semata. Menurut sumber yang sama, para peserta mengaku langsung merasakan manfaat dari pelatihan ini. Mereka kini memiliki pemahaman baru tentang cara memasarkan produk tanpa biaya tinggi serta bagaimana membangun koneksi bisnis yang lebih luas melalui media sosial. Bagi masyarakat atau komunitas yang tertarik mengadakan program serupa, Aulia Persada membuka kesempatan kerjasama untuk memperluas literasi digital di wilayah lain. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat dilihat langsung melalui laman auliapersada.id. Sumber: Diolah dari artikel "Sosialisasi Digital Marketing untuk UMKM di Balai Desa Batursari" (Aulia Persada, 2025).
Fokus Benahi Wajah Desa, Mahasiswa KKN UPGRIS Revitalisasi Taman dan Pasang Penunjuk Jalan di Batursari
Semarang – Aksi nyata dalam pemberdayaan lingkungan desa kembali ditunjukkan oleh kalangan akademisi. Melansir pemberitaan Helo Indonesia (20/02/2025), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 9 baru saja merampungkan program perbaikan fasilitas umum di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Berdasarkan laporan tersebut, kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (19/02/2025) ini berfokus pada dua sasaran utama: revitalisasi taman lingkungan di RT 02 dan instalasi plang nama jalan di wilayah RW 11. Wajah Baru Ruang Hijau Dalam laporannya, disebutkan bahwa kondisi taman di RT 02 yang sebelumnya kurang terawat kini telah mengalami transformasi signifikan. Para mahasiswa melakukan penataan ulang mulai dari pembersihan rumput liar, penambahan ornamen batu hias, hingga penanaman bunga berwarna-warni. Mengutip pernyataan Koordinator KKN Kelompok 9, Avita Dewi, langkah ini diambil untuk menciptakan ruang hijau yang lebih nyaman sekaligus mendorong kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungan. Kemudahan Akses Melalui Plang Jalan Selain aspek estetika, mahasiswa juga menyentuh aspek fungsionalitas wilayah. Media tersebut memberitakan bahwa pemasangan plang nama jalan dilakukan secara intensif di sepanjang Jalan Pucang Peni (mencakup RT 02 hingga RT 07). Plang-plang ini didesain menggunakan cat warna cerah agar mudah diidentifikasi. Budi, selaku ketua paguyuban warga setempat, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan penunjuk jalan yang jelas sangat membantu, terutama bagi tamu dari luar desa yang selama ini kerap kesulitan mencari alamat. Respons positif serupa juga datang dari warga bernama Siti, yang merasa lingkungannya kini menjadi lebih rapi dan layak untuk tempat bersantai. Sumber: Diolah dari artikel "Mahasiswa Kelompok 09 KKN UPGRIS Hidupkan Taman dan Pasang Plang Jalan di Desa Batursari Mranggen" (Helo Indonesia, 2025).
Tutup Rangkaian HUT RI ke-77, Ketua DPRD Demak Gelar Pesta Rakyat di Batursari
Kabupaten Demak – Kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Kabupaten Demak ditutup dengan agenda besar di wilayah Kecamatan Mranggen. Melansir pemberitaan yang dirilis pada Senin (29/08/2022), Ketua DPRD Kabupaten Demak, Fahrudin Bisri Slamet, secara langsung memprakarsai kegiatan bertajuk "Gebyar HUT Kemerdekaan" di Desa Batursari. Berdasarkan laporan tersebut, acara yang dipusatkan di Lapangan Desa Batursari pada Sabtu (27/08/2022) itu berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Rangkaian Kegiatan dan Kebersamaan Warga Mengutip konfirmasi Slamet kepada tim koresponden di lokasi, acara ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan diisi dengan tiga agenda utama yang melibatkan partisipasi aktif warga, yakni Senam Sicita, Jalan Sehat, dan Panggung Seni Generasi Muda. Suasana guyub rukun semakin terasa dengan adanya sesi makan besar bersama serta pembagian berbagai doorprize menarik bagi peserta. Konsolidasi Politik dan Semangat Nasionalisme Dalam keterangannya yang dikutip media, Slamet mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi strategis, khususnya bagi PDI Perjuangan. Ia menyebut Desa Batursari sebagai "wilayah binaan" yang perlu terus dipupuk untuk menjaga eksistensi partai menjelang kontestasi politik tahun 2024. Menurut pandangan Slamet sebagaimana diberitakan, kemenangan politik memerlukan proses panjang dan "pembiasaan pikir" di tengah masyarakat, bukan hasil instan yang datang tiba-tiba. Oleh karena itu, momentum Agustusan ini dimanfaatkan sebagai ajang penguatan teritori. Kendati demikian, Slamet juga menegaskan bahwa tujuan utama acara ini tetap dalam koridor kebangsaan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang untuk membumikan kembali jiwa nasionalisme warga sekaligus sebagai upaya mereduksi penyebaran paham radikalisme di lingkungan masyarakat. Sumber: Diolah dari laporan berita "Slamet Buka Gebyar HUT Kemerdekaan di Wilayah Batursari Mranggen" (Koresponden: Hana – Rahmad, 2022).
Raih Predikat Terbaik, "Kampung 76" Batursari Menangkan Lomba Kampung Juara Kabupaten Demak
Demak – Prestasi membanggakan diukir oleh warga Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, dalam upaya penataan lingkungan. Melansir informasi resmi dari Portal Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (27/08/2020), wilayah yang dikenal sebagai "Kampung 76"—gabungan RT 06 dan RT 07 di RW 30—sukses menyabet gelar Juara 1 dalam ajang "Lomba Kampung Juara 2020". Pesan Wakil Bupati: Merawat Lebih Sulit Berdasarkan laporan tersebut, penyerahan penghargaan dilakukan langsung di Ballroom Wakil Bupati Demak pada Rabu (26/08/2020). Wakil Bupati Demak saat itu, Joko Sutanto, dalam sambutannya menekankan bahwa kompetisi ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk menciptakan lingkungan bersih dan indah. Mengutip pernyataan Joko Sutanto, tantangan terbesar bagi para pemenang justru ada setelah lomba usai. Ia mengingatkan para warga untuk terus mempertahankan kondisi lingkungan mereka, mengingat "merawat jauh lebih sulit daripada membangun". Dorong Kemandirian dan Target Adipura Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, menjelaskan latar belakang kegiatan ini. Menurutnya, tujuan utama lomba adalah memancing semangat swadaya masyarakat agar inisiatif mempercantik kampung tidak melulu menunggu kucuran dana pemerintah. Selain itu, sebagaimana diberitakan, ajang ini juga menjadi langkah persiapan Kabupaten Demak untuk mengikuti lomba habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah serta sebagai salah satu instrumen upaya meraih penghargaan Adipura. Hadiah Pembangunan Ratusan Juta Rupiah Dalam kompetisi ini, posisi kedua diraih oleh Gang Bugenfil (Desa Buko, Kecamatan Wedung) dan posisi ketiga oleh Gang Jambu (Desa Kedondong, Kecamatan Demak). Pemerintah daerah memberikan apresiasi yang signifikan bagi para juara. Selain trofi, pemenang pertama mendapatkan dana pembangunan sebesar Rp130 juta, disusul Rp125 juta untuk juara kedua, dan Rp100 juta untuk juara ketiga. Panitia juga memberikan hadiah hiburan berupa alat kebersihan seperti mesin potong rumput kepada 10 peserta lainnya yang belum beruntung menjadi juara utama. Sumber: Diolah dari artikel "Kampung 76 Batursari Kampung Juara 2020" (Kominfo Demak/Diskominfo Jateng, 2020).